And I Feel The World Stops Turning

Aku tak ingat lagi mulai kapan aku merasakan ada yang salah dengan tubuhku. Kalau nggak salah ingat sih sebelum tahun baru kemarin aku sudah merasakan kelelahan yang biasanya bisa kuabaikan.

Jelang tahun baru, aku malah asyik lembur di kantor sampai hampir jam tujuh malam. Ada beberapa data yang harus kuinput ke dalam sebuah aplikasi internal sebelum bulan Desember benar-benar berakhir.

Setelah meyakinkan diri bahwa tak ada lagi data yang bisa kuinput, akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Setelah keluar dari gedung, baru kutahu kalau waktu itu sedang gerimis yang cukup lebat. Aku tak tahu apakah keasyikanku saat bekerja atau tempat kerjaku yang berada di lantai tigalah yang menyamarkan telingaku dari suara gerimis itu.

Aku melenggang santai ke area parkir motor yang mulai gelap. Tak kuhiraukan gerimis yang meningkahi langkah kakiku. Bahkan tak kuhiraukan gerimis itu mulai sedikit membasahi jilbabku. Entahlah malam itu aku begitu malas untuk mengenakan jas hujan. Cuman gerimis aja, siapa tahu semakin ke arah rumah, semakin reda gerimisnya. Begitu pikirku.

Keluar dari area perkantoranku, biasanya aku mengambil jalan ke kanan dan selanjutnya melewati Bendul Merisi yg letaknya di belakang kantor. Tapi malam itu aku ingin mengambil jalan ke kiri dan melewati Raya Jagir. Kalau sudah malam tentunya sudah tak ada lagi kemacetan di daerah perempatan pintu KA Jagir. Itulah kenapa aku memutuskan untuk lewat Raya Jagir menuju ke Wonokromo. Ternyata di sepanjang jalan banyak sekali pedagang jagung. Banyak pula pembelinya. Mungkin buat persiapan pesta tahun baru yang kurang beberapa jam lagi. Makan jagung bakar dimalam yang dingin sepertinya asyik juga.

Jalanan lumayan lengang, dan gerimis masih saja belum reda. Aku memacu laju motorku lebih kencang. Hawa dingin makin terasa menusuk ke dadaku karena aku lupa mengancingkan jaket hitam berbahan drill yang seharusnya bisa melindungiku dari hawa dingin. Kurang dari setengah jam, sampailah aku di rumah.

Setelah nyiapin makan malam buat anak-anak, dan anak-anak pun selesai menikmati makan malam, tibalah waktunya untuk merebahkan diri di pembaringan. Dan justru saat itulah mulai bisa kurasakan sinyal-sinyal tubuhku yang menyuarakan protesnya. Kepala pening, hidung tak lagi bisa bernapas dengan bebas, dan tubuhku mulai menggigil kedinginan. Mengigil kedinginan adalah mekanisme tubuhku ketika demam.

Disaat itu ada pesan masuk dari seorang teman yang menceritakan bahwa dia sedang menyaksikan kembang api di negaranya. Dia mengambarkan kemeriahan pesta tahun baru di tempatnya sana. Sedangkan tahun baru masih empat jam lagi disini. Aku menjawab seperlunya agar tidak mengecewakannya. Kujawab pula pesan-pesan yang masuk dari teman-teman lain, juga obrolan di beberapa group. Setelah itu aku mencoba untuk tidur.

Setelah dengan susah payah aku berusaha untuk tidur, dan disaat aku mulai bisa mengatasi rasa pening dan hidung mampet dengan beberapa kali ganti posisi tidur, bunyi jedar jeder mulai memekakkan telingaku. Semakin lama semakin banyak dan bersahut-sahutan silih berganti tiada henti. Kulihat jam di handphone menunjukkan angka 11.59 PM. Ah pantas saja…sudah waktunya tahun baru. Dan aku nggak bisa tidur gara-gara kebisingan itu. Akhirnya seperti biasa aku jalan-jalan ke dunia maya daripada bengong nggak bisa tidur dan nggak bisa ngapa-ngapain.

Aku baru bisa memejamkan mata setelah sholat subuh. Beberapa jam kemudian aku bangun dan kubuatkan sop krim untuk mengganjal perut anak-anak yang pastinya sudah mulai kelaparan. Kebetulan aku punya sop krim instan dan membuatnya semudah membuat agar-agar saja. Alhamdulillah anak-anak bisa mengerti kalau mamanya sedang sakit dan nggak minta macam-macam. Saat mereka menikmati sop, aku mulai memasak menu sederhana. Setelah itu aku balik ke kamar lagi.

Padahal sudah banyak rencana yg kujadwalkan di libur tahun baru kemarin. Antara lain bikin kue seperti biasanya, bikin yoghurt, melanjutkan bikin katalog untuk buku-buku di perpustakaan pribadiku, dan tentu saja mencuci baju yang sudah menumpuk di keranjang baju kotor. Semuanya berlalu begitu saja tanpa satu pun yang bisa kukerjakan diantara sekian banyak rencana yang sudah kubuat.

And I feel the world stops turning when I’m sick. Bahan kue tetap menjadi bahan kue tanpa mampu merubah dirinya menjadi kue yang dinantikan anak-anak. Susu full cream masih saja menjadi susu full cream tanpa mampu merubah dirinya menjadi yoghurt. Begitu pula yang lainnya. Aku jadi ngebayangin andai disaat aku sakit, semua rencana masih bisa berjalan dan orang lain yang menyelesaikan semuanya. Enak banget ‘kali ya.

Pletak!!!! Nggak perlu berandai-andai deh. Khayalan memang indah tapi kenyataanlah yang ada di depan mata. Tak selayaknya aku tergolek pasrah. Aku mulai mensugesti diriku sendiri. Sehat….sehat….sehat…begitu bisikku pada diri ini. Akhirnya aku bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan.

I'm fine

I’m fine

Esok harinya dengan suara makin parau aku ngantor. Ya tanggal 2 Januari, itu adalah hari pertama ngantor di tahun 2015. Jalanan masih sepi, kantor pun sepi. Alhamdulillah tak ada kunjungan dari Wajib Pajak yang minta konsultasi hari itu. Tak bisa kubayangkan bagaimana suaraku yang parau ini akan melayani pertanyaan-pertanyaan Wajib Pajak seputar kewajiban perpajakannya. Hari itu rasanya waktu berlalu begitu lambat. Aku sudah ingin segera pulang dan beristirahat untuk memulihkan kondisiku.

Hari ini masih kusugesti diriku. Sehat…sehat…sehat. Belum banyak yang bisa kulakukan. Setidaknya bisa menyediakan makanan buat anak-anak agar mereka nggak kelaparan, itu sudah cukup. Alhamdulillah cucian juga udah beres. Aku masih terus mensugesti diriku, sehat…sehat…sehat. I hope I will be better tomorrow, because I don’t want the world stops turning.
***

Dian Widyaningtyas

On the bed, late at night, waiting for the dawn.
Saturday, January 3th, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s