Jealousy

Oh jealousy you tripped me up
Jealousy you brought me down
You bring me sorrow you cause me pain
Jealousy when will you let go?
Gotta hold of my possessive mind
Turned me into a jealous kind
How how how all my jealousy
I wasn’t man enough to let you hurt my pride
Now I’m only left with my own jealousy
#jealousy
#queen
**

Saat ini aku ingin sekali nulis tentang kecemburuan. Tentu saja ada alasan tersendiri kenapa aku tiba-tiba ingin menuliskannya. Tapi tentu saja tak perlu kusebutkan alasan tersebut. Tulisan ini akan kubuatkan kategori khusus yang semoga bisa kuisi dengan tulisan-tulisan lain seputaran kehidupan berumah tangga. Well…aku masih memutar otak kira-kira apa nama kategori yang cocok untuk tulisan ini dan tulisan-tulisan sejenis yang akan kutulis selanjutnya. Samara? Sejujurnya aku agak nggak PD jika memakai istilah yang merujuk ke Islam. Tapi entahlah… sepertinya samara bagus juga untuk nama kategori tulisan ini.

Don’t say that you’re never jealous. Maybe it’s hurting your pride if you admit it. Nonsense deh kalau ada yang bilang bahwa dia nggak pernah punya rasa cemburu. Cemburu muncul karena adanya rasa sayang dan cinta. So kalau ada yang bilang nggak pernah cemburu, maka patut dipertanyakan rasa sayang dan cintanya.

Penyebab cemburu bisa apa dan siapa saja. Cemburu adalah reaksi awal manakala kita merasa “terancam”. Makanya jangan heran jika kadang kala kecemburuan kita nggak logis. Bisa saja kita cemburu sama hobi orang yang kita cintai karena kita menganggap hobi tersebut membuat perhatian ke kita tergeser ke hobi tersebut. Ssst…aku dulu pernah cemburu sama kompi. Iyaaaaa….aku pernah cemburu sama kompi gara-gara pas awal nikah dulu baru tahu kalau belahan jiwaku hobi banget ngegame di kompi. Kalau ini sih gampang banget ngatasinya. Sembunyikan saja kabel powernya. Beres deh hehehe. Eh enggak..enggak just kidding, bukan begitu solusinya. Alhamdulillah setelah dibicarakan baik-baik belahan jiwa mau mengerti.

Bisa saja kita cemburu pada orang lain. Nah cemburu model inilah yang ingin kubahas. Tentu saja aku pernah merasakannya. Rasa cintaku berbanding lurus dengan sifat posesifku. So bukan hal yang aneh bagiku kalau aku sering merasa cemburu pada seseorang. And I admitted this feeling to my beloved husband.

Jealousy

Jealousy

Apa reaksimu ketika kau cemburu? Marah? Diam (sambil merutuk panjang pendek dalam hati)? Atau cuek nggak peduli sambil wait and see? Well, apapun reaksimu ketika cemburu, jangan sampai membuatmu menjauhi pasanganmu. Terlebih jika cemburumu nggak masuk dalam kategori cemburu buta atau memang ada alasan kuat untuk cemburu pada seseorang. Misalnya orang tersebut secara de facto mulai membuat pasanganmu gelisah. Walau secara de jure pasanganmu tidak mengakuinya.

Coba bayangkan ketika ada seseorang yang mulai membuat pasangan kita gelisah, dan disaat yang sama kita marah karena cemburu dan mendiamkan pasangan kita. What will happen then? Sadarkah jika reaksi kita malah membuat kita dan pasangan menjauh? Sadarkah bahwa bisa saja situasi dan kondisi tersebut malah membuat pasangan kita semakin dekat dengan seseorang tadi? Apalagi jika pasanganmu sudah sekian lama menggenggam seseorang tersebut dalam hatinya, jauh sebelum kalian bertemu.

Cemburu silahkan. Cemburu adalah hak segala orang yang mencinta. Mau marah juga silahkan. Gigit gigit tuh bantal dan guling di kamar. Kalau perlu gigit ranjangnya sekalian biar puas marahnya hehehe. Ya… daripada gigit jari mending gigit bantal, guling dan ranjang kan. Tapi jangan lupa, selamatkan pasanganmu. Jangan kau jauhi dia karena marahmu. Dan jangan pula kau biarkan dia semakin menjauh. Justru saatnya kau tunjukkan bahwa kau semakin sayang dan cinta padanya. Lakukan itu walau hatimu pedih sekalipun. Apalagi jika hal tersebut untuk mempertahankan sebuah hubungan suci.

Jika kau memberontak dan mempertanyakan “why me? Kenapa harus aku yang mengupayakan semua itu?” Ya iyalah, masak pak RT? Kasihan bu RT dong hehehe *just kidding (again). Seriously kukatakan, jika kita bisa memperbaiki keadaan, jangan tunggu orang lain untuk melakukannya. Just do it! Kebaikan itu akan kembali lagi pada kita. Yakin deh.

Cinta kan membawamu
Kembali disini
Menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu
Dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya…
#cinta ‘kan membawamu kembali
#dewa 19
***

Dian Widyaningtyas
Untuk seseorang yang sedang cemburu, cinta ‘kan membawanya kembali.
Early Monday, Januari 5th, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s