Jihad

Jihad tak harus mengangkat senjata

Engkau berangkat mencari nafkah untuk keluargamu pun disebut jihad. Pastikan hanya yang halal saja untuk keluargamu.

Early Monday near Purabaya,

September 16th, 2019

Advertisements

Martabak Belajaran

Aisyah pengen bikin martabak manis. Sesiangan dia nyari-nyari resep di internet. Habis isya dia eksekusi resepnya. Kocok-kocok, campur ini itu, lalu tuang ke pan teflon. Emaknya males ngeluarin pan besi karena adonannya cuman seporsi aja.

Martabaknya bantat. Nggak berpori seperti yang dijual orang. Emaknya sebenarnya tahu dimana letak salahnya. Tapi sengaja membiarkan dia asyik mengeksekusi resep sendiri. Biar ntar dia tahu bedanya. Setelah selesai, baru emaknya ngasih tahu salahnya dimana. Kalo nggak salah kan nggak belajar ya dek. Keep learning ya, sayang 😘😍

Sesaat setelah diiris-iris, martabak gagal itu langsung kami serbu sampai habis. Alhamdulillah walo bantat tetep aja enak di lidah kami 😘

***

Menikmati kebersamaan,

Night, December 22nd, 2018

Roti Goreng Cinta

“Mama, ini roti goreng buat mama” kata Fauzan sambil nyodorin dua potong roti ke mamanya yang lagi ceki-ceki WA Papyrus Book Store.

Rotinya dioles mentega dan dipanggang pake pan teflon lalu ditabur gula pasir dan coklat meses. Something simple but really sweet yang dilakukan anak cowok ke mamanya, tanpa diminta dan disuruh 😍.

“Dek Ozan pengen jual kek gini, Ma. Dimasaknya ditempat” obrolan kami pun berlanjut sambil menikmati roti goreng cinta.

***

Pagi yang cerah, December 23th, 2018

Sami’na Wa Atho’na

Adalah kucing tetangga yang nasibnya tak seberuntung kucing-kucing di rumah. Dulu, kucing itu diadopsi sepasang, jauh sebelum aku mendapat amanah sepasang kucing bengal. Lalu jantannya mati dimakan anjing tetangga sebelahnya. Setelah itu betinanya tak lagi terurus, berkeliaran kesana kemari mencari makanan sendiri, bertemu berbagai kucing garong yang kemudian membuatnya hamil berkali-kali. Anak-anaknya entah dimana rimbanya. Mungkin sudah pada berpindah alam. Kucing persimed hitam legam itu pun nasibnya tak beda dengan stray cat kebanyakan. Dulu sebelum kami punya kucing, beberapa kali aku memergoki anak-anak memasukkan kucing ini ke kamar mereka, untuk diajak main.

Setelah aku memelihara Chiro si kucing putih bermata biru, kucing hitam itu rajin menyambangi Chiro di kandangnya yang aku letakkan di teras depan. Akhirnya jadi sering datang ke rumah, sampai sekarang, walau Chiro sudah lama tiada.

Tiap kali mendengar suara motor atau mobilku yang baru datang dari bepergian, kucing hitam ini akan mengikuti. Begitu pintu pagar dibuka, dia akan berjalan menuju teras, dan dengan sabar menunggu hibahan makanan. Dia akan memakan apa aja, entah makanan yang masih crunchy yang baru aku ambil dari toples, atau yang sudah melempem sisa kucing di rumah yang keburu masuk kandang sebelum makanannya habis. Kalo aku atau anak-anak belum memberi makan, dia akan menunggu di teras dengan sabar sampai kami beri makan atau kami suruh pergi manakala kami sedang kehabisan cat food. Nggak banyak ulah pokoknya. Sayang pemiliknya nggak perhatian lagi sama kucing tersebut.
***

Early morning,

Medio December 2018

Bahagialah Agar Kau Sehat

Pagi ini aku mendapat kesempatan untuk nganterin ayah reuni dengan teman-teman SMA. Ayah dan teman-temannya kembali berkumpul setelah sekian puluh tahun berpisah saat lulus pada tahun 1972.

Perpisahan Sekolah Ayah

For your information, ayah dulu jadi orang beken di sekolah, jadi reuni ini kiranya membuat ayah senang karena bertemu kembali dengan teman-temannya.

Pesertanya tentu saja memang sudah sepuh, tapi ada juga yang sangat energik kesana kemari menyambut teman-teman yang baru datang, atau nyamperin ke semua meja untuk sekedar beramah tamah. Dengar dari ceritanya sih beliau ini masih sanggup melakukan perjalan sendiri naik bus antar propinsi. MasyaAllah…

Sependek pengamatanku sih orang-orang yang masih energik ini memang orangnya easy going, gampang tersenyum dan tertawa. They’re looked happy.

So I think happiness is one of the key to be healthy. Maka dalam situasi dan kondisiku yang sangat berpotensi untuk menjadi stress, depresi, sedih, dan hal-hal negatif lainnya, biarkan aku menghadapi semuanya dengan easy going dan merasa bahagia even dengan segala sikon yang ada. Biar tetep waras dan sehat.

Sudahkah kau merasa bahagia hari ini? Just keep on your mind, bahwa bahagia itu tak perlu dicari jauh-jauh karena dia adanya dalam hati dan pikiran kita sendiri.

Tabik!

***

Walk to the noon…

Kertosono, July 22nd, 2018

Tips dan Trik Tahun Ajaran Baru

“Mother is center of little universe called family” – Dian W.

Beh!!….ini emak-emak apa hubungannya dengan tahun ajaran baru? Banyak lah. Mother is center of little universe called family. Klo emaknya diem pasti pada mati gaya deh anggota keluarga yang lain. Coba aja seharian diem di kamar nggak ngapa-ngapain, bahkan masak pun tidak (pastikan ada stok makanan instan dan cemilan di rumah ya kalo nggak mau dibilang dzalim sama suami dan anak-anak hehehe). Pasti pada nanyain “ada makanan apa?” dengan mimik wajah perpaduan bete dan memelas karena kelaparan.

Jadi begini, pas anak-anak liburan panjang setelah terima raport kenaikan kelas, juga setelah mendengar dari wali kelas masing-masing, tentang point yang kudu jadi perhatian kedepannya, ada kondisi yang kudu diperbaiki di tahun ajaran baru nanti. Sulung sering banget telat. Padahal tahun ini adeknya sudah mulai bersekolah di tempat yang sama dengan kakaknya. Kalo kondisinya masih sama, tentu saja dia bakalan ikutan sering telat kek kakaknya.

 

Berangkat dari situ, aku ngerasa harus mencari tips dan trik untuk kedepannya agar bisa diminimalisir segala fraud yang ada. Halah bahasanya keren bener hehehe… Padahal kalo mau jujur, tiap hari tuh dah dibela-belain bangun bahkan jauh sebelum ayam jago berkokok, bahkan jauh sebelum sepertiga malam terakhir, jungkir balik, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, pokoke koyok ngunu lah, all out hanya agar segala urusan di rumah bisa terselesaikan dengan baik. Tapi…ya begitulah, aku harus menerima kenyataan pahit bahwa setiap orang itu punya keterbatasan. Tapi bukan berarti nyerah dengan keadaan kan.

Salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah food preparation. Seringnya yang terjadi adalah waktu habis banyak buat nyiapin makanan dan bekal sekolah sulung.  Jadi kalo pagi tuh kudu nyiapin sarapan, makan siang untuk bekal sekolah sulung, dan makan malam anak-anak. Juga nyiapi bekal cemilan buat sekolah mereka. Kadang pas pulang, aku kena macet parah di tol sehingga nyampe rumah dah waktunya anak-anak makan malam harusnya. Kasihan kan kalo belum ada makanan untuk mereka santap, kelaparan nungguin mamanya pulang kantor. Kenapa nggak mengupah khadimat? whuah…panjang nih tulisan kalo kudu ngejelasin soal khadimat.

Hal lainnya yang perlu dipikirkan adalah berubahan trayek perjalananku. Selama ini sulung ke sekolah naik angkot karena emaknya masih was-was tiap kali dia naik motor. Maklum belum punya SIM. Ternyata naik angkot perlu waktu yang lama karena sering ngetem nyari penumpang. Padahal kalo bawa motor sendiri, nggak sampe setengah jam dah nyampe sekolah. Jadi berangkat jam 06.00 seharusnya masih aman dari telat. Alternatif untuk mengatasi solusi tersebut, mungkin emaknya ngalahin berangkat lebih pagi lagi buat ngantar sulung dan adeknya sekolah dulu, trus lanjut ke Gresik lewat tol Sidoarjo. Gempor pastinya karena muter hehehe. Apa sih yang nggak dilakukan seorang ibu agar semuanya berjalan dengan baik? Ya nggak? Pertimbangan lain, ya karena adeknya ini cewek, dah diwanti-wanti bolak balik sama mbahnya…

“Anak wedhok dah masuk SMA, jagain yang bener”…

Keknya urusan penjagaan anak wedhok ini jadi top priority emak dan juga kakaknya saat ini. Saking hati-hatinya ngejagain jadi berasa over protective aja hehehe.

Hm…kira-kira apa lagi ya yang perlu dibenahi? Let’s see if it works for better result…

***

Dian Widyaningtyas

Lazy Friday, July 7th, 2017

Google Translation Button, Please!

Nggak sekali dua kali aku mendapatkan inbox dari teman-teman blogger luar negeri yang begitu tertarik ingin membaca tulisanku tapi terkendala dengan bahasa. Mereka memintaku untuk memasang google translate button di blogku. Masalahnya dari dulu aku belum nemu cara untuk memasang fitur itu pada blogku. Sepertinya domain yang aku beli dari pihak wordpress menyulitkan diriku untuk memasang fitur-fitur tertentu. Why do I so concern about translating my post in English? Well, ketika seorang blogger begitu antusias ingin mengetahui apa yang kamu tulis, which is tak lain adalah isi dari pikiranmu, menurutku jangan abaikan hal tersebut. Itu artinya they really mean to know what’s on your mind. Apalagi blogger luar negeri yang biasanya sudah punya good habbit untuk saling blog walking ke “tetangga”, saling ninggalin komen atau diskusi kecil tentang apa yang ditulis oleh temannya. We should appreciate it.

Google Translate

Sepertinya aku harus meluangkan waktu khusus untuk ngoprek-ngoprek blog pribadi. Sekalian saja merapikan postingan yang lalu-lalu. Ada beberapa postingan yang harus dipindah ke blog lain, sesuai dengan spesialisasinya. Seperti halnya tulisan tentang baking yang pada akhirnya aku buatin blog yang khusus ngebahas tentang baking, yaitu FlufySensations.com, tulisan tentang kopi, akan berpindah ke WildRoseCoffee.co sebuah blog yang akan ngobrolin tentang seluk beluk kopi. Lalu apa yang akan tetap tinggal di blog ini? Nggak akan banyak berubah. Tetap berisi “Journey of My Life“, tentang perenungan, tentang perjalanan spiritual maupun perjalanan dalam arti yang sebenarnya. Mungkin akan ditambah beberapa kategori dan merapikan kategori yang ada agar lebih simple karena selama ini masih acak adut pengelompokan tulisannya.

Kategori yang akan ditambahkan yaitu “Tour of Duty” yang akan berisi tentang perjalananku saat mengemban tugas dari kantor. Why should I write about that? Ternyata banyak hal yang aku dapat di lapangan, banyak hikmah yang aku peroleh selama aku berinteraksi dengan orang-orang yang harus kutemui dalam rangka tugas tersebut. Nah inilah yang ingin aku tulis dan share di blogku. Sayang banget kan kalo “mutiara” tersebut terabaikan begitu saja.

so, this is it! ditunggu aja tulisan selanjutnya ya (jhiah….padahal ntar-ntar juga malesnya kumat wkwkwkwkw…)

***

Dian Widyaningtyas for Journey of My Life

Jelang sholat Jumat, Friday May 12th, 2017