Mbak Siti Bikin Rempong

Sekira dua minggu lebih kompor gas di dapur nggak bisa dinyalain pake tombol yang tersedia. Harus pake bantuan korek api segala. Sebenarnya aku tahu penyebabnya. Aku menggunakan kompor gas merk Quantum (bukan ngiklan loh ya, tapi di blogku ini boleh menyebutkan merk demi tersampaikannya info yang sebenarnya) dengan pemantik elektrik. Jadi ketika kompor gas tidak bisa dinyalakan, kemungkinan ada masalah dengan sistem pemantik elektriknya, entah baterainya yang habis atau kabelnya yang tidak tersambung dengan baik. Hanya saja aku belum ada minat untuk memperbaikinya. Jadilah selama itu kami menggunakan korek api untuk menyalakan kompor.

Sebenarnya hal ini relatif berbahaya, terlebih jika kulihat cara khadimat nyalain kompor tersebut. Dia terlebih dulu membuka aliran gas di kompor, baru nyalain korek api, kemudian korek api didekatkan ke tungku dimana gas sudah sekian detik menguar keluar. Karuan saja gas yang sudah menguar itu menyambar api kecil yang menyala pada sebatang korek api yang dia pegang. Terkaget-kagetlah dia. Padahal sudah kuajari bagaimana nyalain kompor dengan aman jika pemantik apinya rusak.

Akhirnya hari Sabtu kemarin moodku untuk menservis kompor gas datang juga. Hehehehe…maklum saja, aku kadang melakukan sesuatu berdasarkan mood. Kalau nggak ada mood ya jangan harap bakalan kusentuh. Karena baterai baru kuganti beberapa bulan yang lalu dan itu bisa bertahan sampai beberapa bulan ke depan maka aku sudah bisa menebak kalau ada kabel yang putus. Maka aku sudah mempersiapkan kabel yang kuambil dari kabel mouse yang dibuang ke tempat sampah oleh temanku di kantor. Aku potong secukupnya untuk kubawa pulang. Ya…aku tahu didalam kabel mouse tersebut ada kabel sangat kecil dengan empat warna di dalamnya. Aku nggak tahu fungsi empat kabel berwarna tersebut tapi aku masih bisa memanfaatkan kabel di luar itu.

kompor

Aku meminta sulungku untuk melihat bagaimana aku memperbaiki kompor gas. Sebagai anak sulung, cowok pula, aku ingin mulai mengajarkan dia keterampilan hidup yang tidak dia dapat di sekolah. Ketika aku membalik kompor gas untuk melihat komponen di dalamnya, dia terheran-heran dengan apa yang dia lihat. Beberapa pertanyaan meluncur dari mulutnya yang kujawab sambil aku memperbaiki sambungan kabel yang rupanya sudah digigit tikus sampai hampir habis. Ada dua sambungan kabel yang terputus dan kusambung kembali dengan menggunakan kabel mouse rusak yang kubawa dari kantor. Alhamdulillah kompor gas bisa berfungsi normal seperti sedia kala dan sulung mendapat pelajaran baru tentang keterampilan hidup.

***

Dian Widyaningtyas

Selepas adzan Ashar, June 29th, 2014

Advertisements

3 thoughts on “Mbak Siti Bikin Rempong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s