Journey To Yogyakarta : The Beginning

Internal Corporate Value (ICV) adalah kegiatan rutin di institusi tempatku bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai institusi kepada semua pegawai dari level bawah sampai level atas. Setelah beberapa kali kantorku mengadakan ICV di kantor, kali ini giliran diadakan di luar kantor yaitu Yogyakarta. ICV diadakan pada tanggal 22 Agustus 2014 selepas jam kantor sampai tanggal 24 Agustus 2014 dengan meninggalkan keluarga. Tentu bukan hal yang mudah bagi aku dan teman-teman untuk meninggalkan keluarga. Apalagi kegiatan ini diadakan bertepatan dengan akhir pekan, dimana seharusnya kami berkumpul bersama keluarga setelah dari Senin sampai Jumat sibuk di kantor. Tapi memang ICV ini kegiatan yang sifatnya wajib diikuti oleh semua pegawai, jadi jalani saja dengan riang gembira. Kita nikmati saja apa yang ada.

Sekira jam 19.00 rombongan kami yang terdiri dari 2 armada bus mulai bergerak perlahan meninggalkan pelataran parkir kantor di jalan Jagir Wonokromo. Keberangkatan ini molor sejam dari rencana awal yang seharusnya jam 18.00. Ya…ngumpulin sekitar 100 orang tentu perlu waktu. Yang terpenting adalah semuanya well organized, nggak ada yang ketinggalan.

image

Bus perlahan membelah kepadatan jalanan Jemursari. Sampai di jalan A. Yani lalu lintas masih saja padat merayap. Maklum hari ini Jumat, jampulang kantor pula, jadi wajar saja  kalau lalu lintasnya sangat padat merayap. Dinikmati saja yang penting selamat sampai tujuan. Orang Jawa bilang “sluman slumun slamet“. Apalagi di bus B orang-orangnya pada ngocol banget. Suasananya jadi meriah sehingga kemacetan di luar bisa terabaikan. Alhamdulillah jalanan mulai lancar selepas by pass Krian. Hm…kira2 jam berapa ya bus akan melewati kota kelahiranku Jombang Beriman? Let’s wait and see…

Dian Widyaningtyas
Jelang malam di atas jalanan Krian, August 22nd, 2014.

Don’t Try This At Home !

Saat buka puasa adalah saat crowded bagiku. Dengan waktu yang terbatas, aku harus bisa menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka bagi kami sekeluarga. Ya waktunya sangat terbatas. Aku pulang dari kantor jam 17.00 dan buka puasa jam 17.30. Artinya aku hanya punya waktu selama 30 menit untuk menyediakan nasi, sayur, lauk, dan minuman untuk berbuka puasa. Mungkin bagi orang lain waktu selama 30 menit itu sudah lebih dari cukup, hm…bagiku cukup sih, tapi harus dengan ekstra effort.

Continue reading

Steamer Sederhana

Sebagai seseorang yang terbiasa sarapan diatas jam 9 dan dibawah jam 11, kegiatan sahur yang biasanya aku lakukan pada jam 03.30 sebenarnya teramat sangat membuat lambungku kurang nyaman. Baru puasa beberapa hari saja aku sudah mulai bosan dengan kegiatan sahur. Pengennya sih cuman minum minuman hangat saja tanpa makan. Tapi karena aku jadi panutan anak-anak, maka aku harus memaksakan diri untuk sahur secara normal.

Continue reading

Domain Berbayar

Ketika aku membuat blog ini pada tanggal 9 Juni 2014 memang tujuannya sebagai representasi diriku. Rencananya blog ini akan kulaunching tepat pada hari ulang tahunku yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2014 dan sudah memakai domain berbayar. Makanya sebelum tanggal tersebut, aku tidak mempublish update konten blog ini ke media sosial lain seperti yang biasanya aku lakukan ketika aku menulis di blogku yang berjudul Tyastlc : My Thought and My Feeling .

Continue reading

Akhirnya Aku Bisa !

Sudah seminggu lebih ban mobilku mengempis. Dan kian hari makin kempes saja kemudian menjadi bener-bener habis udara di dalamnya. Sebenarnya aku sudah hendak membawanya ke bengkel saat ban tersebut belum benar-benar kehabisan udara. Tapi kemacetan di daerah Aloha dari arah Sidoarjo  yang terjadi tiap kali jam pulang kantor membuatku berpikir dua kali dan lebih memilih untuk mengurungkan niatku. Kupikir dengan kemacetan separah itu pasti banku akan kehabisan udara sama sekali sebelum sampai di bengkel terdekat.

Continue reading

Mbak Siti Bikin Rempong

Sekira dua minggu lebih kompor gas di dapur nggak bisa dinyalain pake tombol yang tersedia. Harus pake bantuan korek api segala. Sebenarnya aku tahu penyebabnya. Aku menggunakan kompor gas merk Quantum (bukan ngiklan loh ya, tapi di blogku ini boleh menyebutkan merk demi tersampaikannya info yang sebenarnya) dengan pemantik elektrik. Jadi ketika kompor gas tidak bisa dinyalakan, kemungkinan ada masalah dengan sistem pemantik elektriknya, entah baterainya yang habis atau kabelnya yang tidak tersambung dengan baik. Hanya saja aku belum ada minat untuk memperbaikinya. Jadilah selama itu kami menggunakan korek api untuk menyalakan kompor.

Continue reading

Lidah Itu Seperti Singa

Sepertinya dari sejak tadi malam aku belum tidur. Ada sesuatu yang sedang kupikirkan dan kerenungkan. Actually nggak melulu mikir dan merenung sih. Aku masih sempat jalan ke Giant sama princesses dan baru nyampe rumah jam 22.00.  Kemudian membereskan belanjaan dan memastikan anak-anak tidur dengan nyaman di kamarnya. Setelah itu aku masuk kamar. Tidur? rencananya sih begitu. Tapi kemudian aku asyik dengan salah satu channel TV kabel dan menikmati beberapa film yang ditayangkan di sana. Entahlah sudah dua hari ini pengen lihat tayangan TV.

Continue reading

To Be Rich

To be rich, is not what you have in your bank account, but what you have in your heart 

Traffic Jump Along Jemursari Street

IMG00726-20140612-1808

Sore kemarin aku pulang agak lambat karena harus menyelesaikan dokumen perijinan kuliah yang harus kumasukkan ke Kepala Kantor pagi ini. Area parkir sudah sangat gelap ketika aku turun ke sana. Waktu itu sholat Magrib untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya sudah sekian puluh menit berlalu. Kupikir jalanan bakalan lancar. Ternyata begitu memasuki jalan Jemursari, terjadi kemacetan yang tak kuketahui apa penyebabnya. Mungkin hanya karena volume kendaraan saja yang meningkat.  Para jamaah sholat Isya’ belum lagi turun dari masjid ketika aku sampai di rumah dengan selamat dan sangat lelah.

***

Dian Widyaningtyas

Sidoarjo, Selepas Subuh, June 13th 2014

Catched By The Rain

IMG00725-20140611-1751

 

Disaat ke kantor pakai motor, lupa pula bawah jas hujan eh hujan turun dengan derasnya. Akhirnya berhenti di bawah toll yang melintas di daerah bunderan Waru bersama pengendara motor lain yang juga lupa membawa jas hujan. You know what? ini pertama kalinya aku ngendon disitu menunggu hujan reda setelah sekian lama cuman jadi penonton aja.

Continue reading