Steamer Sederhana

Sebagai seseorang yang terbiasa sarapan diatas jam 9 dan dibawah jam 11, kegiatan sahur yang biasanya aku lakukan pada jam 03.30 sebenarnya teramat sangat membuat lambungku kurang nyaman. Baru puasa beberapa hari saja aku sudah mulai bosan dengan kegiatan sahur. Pengennya sih cuman minum minuman hangat saja tanpa makan. Tapi karena aku jadi panutan anak-anak, maka aku harus memaksakan diri untuk sahur secara normal.

Salah satu cara agar aku bernafsu untuk sahur adalah pilihan menu. Ada satu menu yang tidak bisa aku tolak yaitu pecel. Ya aku sangat menyukai semua masakan bersaus kacang. Siomay, batagor, pecel, gado-gado, karedok adalah makanan favoritku. Tidak ada satu pun dari makanan tersebut yang pernah membuatku bosan.  Sebenarnya aku lebih menyukai sambal pecel daripada sambal lainnya. Sambal pecel super pedas will be the perfect combination of course. Sedangkan untuk temannya sambal pecel bisa apa saja. Kadang hanya dengan cacahan mentimun, terong kukus, atau sayuran lain yang dikukus.

Pilihan untuk sahur kali ini adalah terong kukus saus sambal pecel. Karena yang doyan makan pecel hanya aku saja, maka aku hanya memerlukan sedikit saja terong untuk menemani sambal pecel masuk ke dalam perutku. Seekorbuah terong ungu ukuran sedang sudah cukup bagiku. Untuk mengukus terong seukuran itu tentu saja aku malas kalau harus mengeluarkan panci steamer besar dari raknya. Ada dua panci steamer yang aku punya, yaitu ukuran 24 dan super jumbo. Ada juga sih steamer berwarna merah produk dari Tuppy (Pasti banyak yang punya produk ini. Ayo yang punya ngacung) tapi tetap saja aku memerlukan penggorengan yang besar sebagai dudukannya. Disamping repot, tentu makan waktu lebih lama jika harus memanaskan air dalam panci steamer yang besar. Lebih besar pancinya, lebih lama pula panasnya. Akhirnya aku menggunakan alat dapur sederhana sebagai steamer.

IMG00828-20140712-0242

Aku memanfaatkan saringan santan dan panci enamel yang biasanya aku pakai untuk merebus telur. Tuh lihat, saringan santannya udah nggak mulus lagi bentuknya, bukan karena keseringan dipakai, melainkan karena keseringan jatuh dan kegenjet alat masak lain. Pancinya bisa pakai panci apa saja sih. Tutupya juga bisa tutup apa saja asal bisa menahan agar uap panasnya tidak keluar.

Setelah sekitar lima belas menit, akhirnya terong kukusnya matang juga dan siap disantap dengan bumbu pecel. Nggak suka sambel pecel? bisa juga kok dicocol sama sambal terasi. Tapi kalau pakai sambal terasi, aku lebih suka terong yang bulat dan dalam keadaan mentah. Sensasi kriuknya saat dikunyah tuh luar biasa, apalagi kalau sambal terasinya super pedas. Cobain deh dua-duanya.

***

Dian Widyaningtyas

Early morning, July 13th, 2014

Advertisements

2 thoughts on “Steamer Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s