Antara Hujan, Soto, dan Jengkol

Pagi ini tak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di luar rumah karena hujan yang mengguyur Sidoarjo sejak dini hari kemarin. In fact, harus batalin beberapa rencana. Dah janji ngajakin anak-anak ke alon-alon Sidoarjo sekalian memenuhi jadwal free run disana. Tapi apa mau dikata jika cuaca tak berpihak pada kita. Jadi kepikiran untuk punya treadmill.

Rinai hujan di pagi hari

Akhirnya pas hujan mulai menyisahkan rintik-rintiknya ketika jam menunjuk angka 7, disempetin keluar untuk menghirup udara segar. Sekalian maem soto di depan komplek. Lapaknya di pinggir jalan, tanpa meja. Jadi rada susah buat anak-anak saat megang mangkoknya yang pastinya panas. Jadinya lesehan di kabin mobil. Aneh aja, hal seperti itu tak urung menarik perhatian orang yang lewat ternyata.

Preparing our order

Selamat menikmati…

Lesehan di kabin belakang

Setelah sarapan selesai, lanjut ke LotteMart untuk berburu jengkol. Iyaaaaa jengkol. Gara-gara malamnya diobrolin di group, dan testimoni teman-teman bikin aku yang pernah sekali aja makan segigit kecil jengkol dan langsung dilepeh gara-gara stigma negatif yang sudah kadung bercokol di kepala, jadi penasaran ingin mengalahkan stigma negatif tersebut. Dari hasil obrolan di group, udah terbayang mau diapain aja tuh jengkol. Rendang jengkol, Balado jengkol, Semur jengkol, bahkan Gulai jengkol dan Jengkol bumbu Bali. Out of the box kan wkwkwk…

Ternyata di LotteMart stok jengkol lagi kosong. Langsung pindah ke Giant yang tak jauh dari situ. Ternyata nggak ada juga. Yo wes pupus sudah harapan untuk membawa sekilo jengkol yang kata teman di group harganya udah mahal. Dari angka yang dia sebutin sih harga sekilo jengkol udah ngalahin harga ayam dengan berat yang sama.

Ya sudah lah, hari ini gagal eksekusi jengkol. Keknya perlu ekspansi ke Surabaya buat nyari si jengki ini. Tapi aku suka ketawa sendiri kalo ingat beberapa teknik memasak jengkol yang diceritakan teman-teman. Ada yang direndam dua hari agar jengkolnya empuk. Kenapa nggak pake presto aja masaknya? Seperempat jam aja dah empuk. Ada yang menguburnya di dalam tanah selama beberapa hari agar baunya nggak terlalu tajam. Haduh kelamaan deh. Mana lagi musin hujan gini. Bisa-bisa tumbuh tunas tuh jengkol hehehe… By the way…ada yang tahu kalo di Surabaya dimana ya yang jual jengkol? Pasar wonokromo? LotteMart Marvel City? Papaya Margerojo?
***

Dian Widyaningtyas for Journey of my life

October 9th, 2016. In the still of the night. It’s rain out there…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s