Cerita Dibalik Kopi

Lagi bosen karena dua hari terpaksa baringan di kamar, makanya tadi duduk-duduk di depan my coffee bar sambil mandangin biji kopi. Iyaaaa hanya bisa mandangin aja karena lagi maag. And I think this is more serious than maag. Tapi nggak berani ke dokter. Takut disuruh nginap di RS. Lha wong dipake duduk sebentar aja udah kliyengan dan akhirnya balik ke kamar lagi.

My home coffee bar

                       My home coffee bar

Pengen cerita tentang kopi aja deh buat ngilangin bosen. Do you know the differences between coffee from South America, and Central America, and Africa, and Indonesia? Kopi dari South America dan Central America biasanya berasal dari satu perkebunan kopi yang luas. Biasanya kopi ini dilabeli Finca, Fazenda, dan Estate. Ini nama perkebunannya.

Kopi dari Indonesia dan Afrika biasanya berasal dari beberapa petani yang dikumpulin jadi satu kemudian dijual sama-sama. Kopi Indonesia biasanya dilabeli nama daerah dimana kopi tersebut ditanam seperti Aceh Gayo, Flores dsb. Sedangkan kopi Afrika biasanya dilabeli Co-Op / nama koperasinya. Misalnya Kenya Thiriku. Thiriku refers to koperasi yang mengelola hasil perkebunan petani kopi di Kenya.

Ada juga kopi yang berlabel pemilik perkebunan, misalnya Pandora. Ini adalah perkebunan kopi yang lebih spesifik lagi baik dari segi varietas, ketinggian tanah, processing, roasting dsb.

Ada banyak cerita dibalik biji kopi.

***

Latepost from January 2, 2016

Dian Widyaningtyas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s